Menguak Rahasia Hipnosis

 

 

Banyak sekali definisi hipnosis yang mungkin sering anda baca atau Anda  dengar  langsung dari para pakar hipnosis, dan memang semuanya mungkin benar. Namun di buku ini saya akan mengambil inti sarinya,  definisi yang saya buat ini berdasarkan teori-teori dari para ahli hipnosis dan juga hasil dari pengalaman saya menghipnoterapi ribuan pasien hipnoterapi dan  hipnoAura.
Menurut saya, hipnosis adalah “Seni berkomunikasi persuasif yang disengaja, bertujuan untuk mengekplorasi alam bawah sadar seseorang, agar fokus, relaks dan  sugestif dalam menerima nilai-nilai baru yang diberikan oleh si pemberi sugesti”.


Untuk itu, agar anda lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan seputar hipnosis dan hipnoaura dari buku ini, samakan dahulu persepsi dan pandangan terhadap hipnosis ini.
Jadi  anda pura-pura saja setuju dengan definisi yang saya buat, sampai Anda benar-benar setuju.....Setuju ?

Ada beberapa fakta yang penting untuk disimak

  • Sebagian besar orang masih mengira bahwa hipnosis itu identik dengan tidur
  • Hampir semua masyarakat Indonesia masih percaya, hanya dengan menjentikkan jari kita ke arah seseorang  di manapun dan kapan pun, maka dia akan langsung tidur dan terhipnotis hanya dalam waktu per sekian detik, tanpa harus melalui tahapan hipnosis yang sebenarnya.
  • Banyak orang yang mengira apabila seseorang dihipnotis, maka dia akan kehilangan  kesadarannya secara total, karena  pikirannya dikuasai penuh oleh  si hipnotis
  • Banyak sekali yang menganggap bahwa seorang hipnotis bisa menghipnotis dengan cara paksaan tanpa harus minta persetujuan  dari subjek.
  • Ada pula yang berpendapat bahwa jika seseorang dihipnotis, maka secara otomotis dan  tanpa dia sadari  akan membeberkan  aib dan rahasianya, layaknya  seperti tayangan di  televisi.
  • Tidak sedikit yang terpengaruh oleh tayangan TV, bahwa hipnosis bisa memaksa seseorang untuk menjadi jujur.
  • Tak jarang dari kita yang menganggap hipnosis itu seperti pil Dewa, yang bisa merubah karakter dan sifat seseorang secara instant.
  • Hampir semua masyarakat menganggap kejahatan yang dilakukan dengan cara menepuk bahu korban sehingga  langsung tidak sadarkan diri, lalu menyerahkan semua harta bendanya kepada si penjahat, adalah kejahatan dengan menggunakan hipnosis, padahal sebagian besar  adalah modus penipuan.
  • Sebagian masyarakat menilai bahwa hipnosis itu haram, karena mereka menganggap proses hipnosis itu melibatkan setan dan jin. Ironisnya, mereka yang berkata seperti itu ternyata sama sekali belum pernah belajar hipnosis, jadi mereka  tahu informasi ini hanya dari  “katanya-katanya ”lalu mencernanya secara mentah-mentah.

 

 

 
 
 
 

 
 
 
 
Jasa website