Mengajar itu Seni

 

Mengajar itu seni, oleh karena itu dalam proses mengajar harus dinamis, tidak boleh kaku dan butuh pengintegrasian antara pikiran dan perasaan, baik itu dari pihak siswa maupun guru. Itulah sebabnya setiap guru harus menyadari dan memahami prinsip dasar dari komunikasi.

Mengajar tidak hanya sekedar berbicara atau menyampaikan materi saja, tapi butuh energi vibrasi yang dipancarkan oleh guru ke muridnya. Energi vibrasi tidak bisa digerakkan atau dikendalikan oleh pikiran, apalagi tangan, energi vibrasi akan bekerja bila kita mengoptimalkan perasaan, dan Energi vibrasi merupakan salah satu implementasi dari salah satu hadits yang berbunyi: “Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya” Jadi, mengajar itu seni, mengajar itu butuh ketulusan hati, mengajar itu butuh komunikasi, mengajar itu butuh inovasi dan improvisasi.

Suasana kelas yang menyenangkan dan kondusif, siswa memahami semua pelajaran dengan maksimal, merupakan tolok ukur efektifitas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kompetensi dan komunikasi guru adalah salah satu penentu terciptanya pengajaran yang efektif di kelas, oleh karena itu guru yang berkualitas harus menguasai materi dan memahami teknik komunikasi dengan para siswa.

Menyadari pentingnya kualitas ”sosok guru” sebagai pendidik dan panutan, perlu terus dipelihara karena emosi dan pikiran bawah sadar siswa dengan mudah merekam dan meniru setiap perkataan-perkataan dan pola bahasa yang diucapkan sehari-hari oleh guru. Coba anda bandingkan lebih sering mana seorang siswa berinteraksi, hitung berapa lama durasi siswa di sekolah banyak mana waktu yang mereka habiskan setiap harinya, apakah di lingkungan sekolah atau rumah? Oleh sebab itu, guru harus dibekali ilmu komunikasi efektif yang dapat diaplikasikan ke siswa dengan cara memberdayakan pikiran alam bawah sadar mereka selama proses belajar

Kisah Bu Guru Fitri

Pagi itu merupakan hari pertama bagi Bu Fitri untuk mengajar di kelas 11C, kelas yang selama ini dihindari oleh hampir semua guru, karena kelas tersebut sudah  terkenal dengan kenakalan siswanya. Dan benar saja, saat pertama bu Fitri baru masuk kelas, suasana gaduh di dalam kelas seperti pasar, begitu ramai dan membahana, suara teriakan terdengar begitu jelas. Maka tak heran, dari awal sampai jam pelajaran usai, sebagian besar siswa di kelas itu berhasil membuat ibu guru ini geleng kepala, dan stres dibuatnya.


Namun dibalik rasa stres, ibu guru B. Inggris yang mengajar di salah satu SMA di Sumatra ini merasa tertantang dan memiliki keyakinan kuat  untuk bisa “menaklukkan” siswa kelas 11C. Untuk mendukung keyakinannya itu, dia terus belajar, banyak bertanya dan mencari referensi tentang bagaimana cara berkomunikasi dan mengajar efektif di kelas. Hingga tiba suatu saat, dia membuka laptop inventaris sekolah dan coba menelusuri jawabannya di www.google.com dan menemukan kata Hypnoteaching. Bagi wanita berusia 33 tahun ini, istilah Hypnoteaching masih asing di telinga nya, sehingga dia terus mencari artikel dan informasi yang berkaitan dengan Hypnoteaching, akhirnya dia menemukan artikel yang dibuat oleh praktisi Hypnoteaching di official web nya www.ridwansank.com  dengan judul “HYPNOTEACHING, RAHASIA MELIPAT GANDAKAN DAYA MAGNETISME GURU”.  Setelah membaca artikel tersebut dan mengikuti seminar Hypnoteaching bersama praktisi Hypnoteaching, Ridwan Sank “Hipnovator”. Dia langsung mengaplikasikan seluruh teknik Hypnoteaching secara kaffah dan konsisten  di kelas. Dan kini Ibu Fitri bisa merasakan perubahan dalam mindset dalam diri nya, cara berkomunikasi efektif dan teknik mengajar yang tepat di kelasnya, sehingga secara langsung merasakan feedback positif dari para  siswanya.

Dari kisah bu Fitri ini membuktikan bahwa aplikasi Hypnoteaching di kelas saat proses KBM secara konsisten mampu berdampak sangat luar biasa, bukan hanya berdampak positif kepada guru tapi juga kepada siswa, dan secara otomatis berpengaruh terhadap  proses belajar di kelas, berubah menjadi  lebih kondusif,  sehingga target pembelajarannya pun tercapai dengan jelas.


Anda ingin seperti ibu Fitri, bacalah buku ini hingga selesai, setelah itu rencanakan untuk segera mengikuti seminar Hypnoteaching, atau Anda ajukan kepada pihak sekolah, lembaga atau Instansi di kota Anda untuk menyelenggarakan seminar Hypnoteaching di tahun ini juga.

Artikel Terkait

► Mengapa Kini Banyak Siswa Bermasalah ?

► Persepsi Salah tentang Hypnoteaching

Belajarlah  Kepemimpinan dari Anak Kecil

 

 
 
 
 

 
 
 
 
Jasa website