Spiritual Public Speaking

 

 


Mengapa seorang public speaker butuh Spiritualitas?

Spiritualitas adalah tentang interaksi jiwa kita pada dunia sekitar, dan saat kita berbicara di depan publik perlu adanya interaksi jiwa dengan audiens, agar terjadi keselarasan harapan dan tujuan, antara si pembicara dan audiens.

Spiritualitas tidak hanya berkaitan dengan  agama saja, spiritualitas adalah tentang bagaimana menyerap intisari dari hubungan kita secara roh dan jiwa dengan Ilahi dan bagaimana cara menerapkannya  secara universal kepada semua orang di sekitar kita.
Spiritualitas bisa membantu untuk membangun karakter dalam diri seorang public speaker agar terus melakukan pencarian jati diri lebih mendalam, mengeksplorasi potensi terbaik dari dalam diri untuk memberikan insipirasi bagi orang lain dan mengobarkan  semangat kepada semua untuk  selalu senantiasa meningkatkan Habluminallah atau hubungan rohani dengan Tuhan. Itulah mengapa teknik ini saya sebut Spiritual Public Speaking.

Mental dan Spiritual
Hal yang cukup vital dalam melakukan public speaking adalah pengendalian diri dan emosi. Hal ini bisa dilakukan secara maksimal bila dia memiliki persiapan yang kuat dalam hal mental dan spiritual.

Istilah  mental berkaitan dengan batin dan watak manusia, sedangkan spiritual adalah  sumber dimana manusia menemukan kesadaran dan kemampuan dalam dirinya melalui interaksi dengan Ilahi.

Oleh karena itu akan sangat luar biasa bila kita mampu  mengolah mental sejak dini di setiap siklus hidup kita. Sedangkan pengolahan mental spiritual akan membawa kita pada kemampuan pengendalian diri dan emosi saat berbicara di depan publik.

Spiritual Leadership

Seorang public speaker harus  memliki jiwa leadership atau kepemimpinan, karena pada saat dia berbicara di depan publik akan menjadi pusat perhatian, jadi  butuh keberanian,  pada saat dia  berbicara di depan publik  butuh kemampuan untuk “menaklukkan” publik yang mendengarkan, pada saat dia berbicara di depan publik butuh kemampuan untuk mempengaruhi agar publik mengikuti apa pun yang dia sampaikan, pada saat dia berbicara di depan publik butuh keyakinan kuat untuk meyakinkan publik bahwa dia sudah melakukan apa yang dia ucapkan, dan pada saat dia berbicara di depan publik dia harus punya keyakinan bahwa  keberhasilannya berbicara di depan publik  bisa  terjadi atas kehendak Tuhan, yaitu Allah SWT.

Oleh karena itu, seorang public speaker yang baik dan profesional juga harus memiliki jiwa kepemimpinan spiritual atau spiritual leadership .

Mengambil Keteladanan dari para Wali
Sejenak Saya ajak anda untuk  mengingat kembali perjuangan para pendahulu kita khususnya peran para Wali dalam  menyebarkan  agama Islam di tanah air.  Berdasarkan fakta yang bisa kita lihat hingga kini, hasil dari perjuangan  mereka lah Islam berhasil ditegakkan di bumi Nusantara dan menjadi agama  mayoritas di negeri ini, tanpa harus terjadi pertumpahan darah ataupun  penindasan dalam penyebarannya terhadap masyarakat pemeluk agama sebelumnya,  namun  dengan menggunakan  cara-cara damai yang bisa diterima oleh masyarakt mayoritas pada masa itu, melalui cara pendekatan kebudayaan, kesenian, perdagangan  dan melakukan komunikasi publik kepada semua lapisan masyarakat melalui dakwah. Dan hasilnya, efek dari  dakwah yang dilakukan oleh para Wali sangat efektif dan sukses, hal ini sesuai dengan peribahasa Sunda yang berbunyi “Herang caina beunang laukna” yang artinya berhasil untuk mencapai tujuan tanpa harus menimbulkan konflik dan kekacauan.

Dakwah => Public Speaking

Penting untuk kita pahami bersama, Dakwah  merupakan salah satu  bentuk  aplikasi   dari public speaking, karena dakwah merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan secara lisan dengan menggunakan strategi dan teknik berbicara yang tepat perihal  ajaran agama Islam di hadapan banyak orang, yang bertujuan untuk mensyi’arkan tauhid & akidah, merubah pola pikir masyarakat yang masih jahiliyah , mendidik, mengajar, dan memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang mana yang haq dan mana yang bathil.  Terlebih  public speaking sangat berkaitan erat dengan perubahan, dan hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh para Wali dalam melakukan perubahan tatanan sosial di masyarat menjadi juh lebih baik.

Dan harus kita akui bersama bahwa para Wali telah berhasil mempraktekkan public speaking dalam dakwahnya dengan baiknya dan hasilnya sangat luar biasa, hal ini bisa kita lihat dari jumlah  pemeluk agama Islam di Indonesia hingga saat ini.

Hal penting yang bisa kita pelajari dari mereka, keberhasilan dari sebuah aktivitas  public speaking tidak hanya berorientasi kepada kemampuan  berbicara di depan  publik saja, melainkan juga dari seberapa besar pengaruhnya terhadap  publik dalam  memahami dan mengikuti  materi apapun yang disampaikannya.

Mengapa pada saat itu masyarakat  bersedia untuk mendengarkan dan  mengikuti apa yang disampaikan oleh para Wali?

Karena para Wali tidak hanya sekedar bicara, tapi sudah melakukan apa yang diucapkan. Salah satu faktor keberhasilan para Wali dalam mengaplikasin public speaking saat  berdakwah adalah spiritual leadership yang mereka miliki, dimana kepemimpinannya berhasil membawa dimensi keduniawian kepada dimensi ke Ilahian. Jadi apa pun hasil dari usaha dakwah yang  telah dilakukan, mereka ikhlas dan memasrahkannya  kepada Allah SWT.

Kepemimpinan spiritual dapat diterapkan dalam aktivitas public speaking  dengan melakukan empat langkah, yaitu :

  1. Niat yang suci, yaitu membangun kualitas batin yang prima dalam memimpin diri sendiri saat berkomunikasi. Dengan kualitas batin yang prima, pikiran, perasaan dan badan menjadi selaras, sehingga lebih bisa mengendalikan diri, emosi dan konsentrasi saat berkomunikasi
  2. Meningkatkan keyakinan inti (core believe) dan nilai inti (core values) kepada diri sendiri bahwa hidup dan aktivitas public speaking yang dilakukan  adalah ibadah kepada Allah, maka harus dilakukan dengan sebaik-baiknya (ahsanu ‘amala).
  3. Memperkuat sinergi dengan bagian-bagian di dalam diri (fikiran, perasaan, emosi, pemprograman alam bawah sadar)  sehingga  tidak menimbulkan  konflik diri, contohnya: Sebenarnya anda berani untuk berbicara saat memberikan pidato di acara RT , namun ada bagian diri anda yang lain menolak dan menunjukkan ketakutan, bahkan sampai jantung berdebar, keringat dingin, dll)
  4. Mengembangkan perilaku etis (akhlaqul karimah) dalam beraktivitas melalui pembudayaan rasa syukur, ikhlas dan sabar saat berbicara di depan publik, baik formal maupun informal.

Jika anda memang sangat berkeinginan untuk mampu berbicara depan publik, silahkan baca buku Spiritual Hypnoselling di toko Gramedia terdekat, atau bisa order langsung kepada kami :081310831118

Artikel terkait : Instrument Pikiran Manusia  ,  Antara Kau, Resolusi dan Risol

 

 

 

 

 
 
 
 

 
 
 
 
Jasa website